
JAKARTA, KOMPAS.com - Efek domino krisis utang Dubai World mulai merambat ke pasar valuta asing. Sepekan lalu, sebagian besar mata uang kawasan Asia melemah terhadap dollar AS. Maklum, rencana Dubai World menunda pembayaran utang membuat risiko seluruh kawasan emerging market meningkat di mata investor. Mereka pun mencari aman dengan memborong dollar AS dan surat uang terbitan pemerintah AS atau US Treasury.
Di akhir pekan lalu (27/11), dollar AS menguat terhadap 15 mata uang utama dunia. Won Korea Selatan merosot 1,7 persen menjadi 1.175,35 won per dollar AS Jumat (27/11), dan turun 1,4 persen selama sepekan terakhir. Ini merupakan penurunan terdalam dalam lima minggu terakhir.
Selain itu, rupee India juga turun 0,4 persen menjadi 46,6387 rupee per dollar AS. Adapun peso Filipina melemah 0,8 persen, Jumat, menjadi 47,205 peso per dollar AS. Dalam sepekan terakhir, peso melemah 0,3 persen.
"Kemungkinan default Dubai World membawa dampak bagi emerging market secara umum. Dan, dalam ketidakpastian seperti ini, yang muncul adalah buy-dollar scenario," ujar Rafael Algarra, treasurer Security Banking Corp. Manila. Karena itulah, di hari yang sama, harga US Treasury 10 tahun melonjak dan membuat imbal hasilnya (yield) turun ke titik terendah sejak awal Oktober 2009.
Jumat lalu, pasar Indonesia, Malaysia, dan Singapura libur. (Cipta Wahyana/Kontan)
--------------------------------------------------------------------------------------------------
aha,....resep investasi : menyimpan beberapa telur di beberapa keranjang.
jika dubai bergejolak, bisa saja berdampak ke haraga emas,jika komposisi modal yang ditanam di sana cukup material.
namun jika tidak material,harga emas tetap akan menindis uang kertas karena sifat berkembang biaknya dua hal diatas sangat berbeda.
emas berkembang biak dengan penambangan ,yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
sementara uang kertas berkembang biak lewat sistem bunga yang gratis.artinya tanpa biaya apapun ,uang akan berkembang dengan berjalannya waktu.
maka emas kalah cepat penambahannya dibanding uang kertas.dan itu yang menyebabkan harga emas selalu diatas nilai nominal uang kertas.
apakah prekonomian akan berjalan tanpa uang kertas?
atau apakah perdagangan bisa jalan dengan menggunakan emas?
jawabnya ada pada kapal VOC yang karam di pantai brasilia: ditemukan uang emas golden senilai 9,5 triltun.
apakah emasnya laku? walau terkubur 300 tahun? yeeessss.....





0 komentar:
Poskan Komentar