Antara Emas dan Kemandirian

emas adalah salah satu komoditas yagn strategis yang paling dipercaya untuk me"monumen"kan suatu prestasi atau produktifitas kita. (untuk saat ini). sedangkan syariah sendiri,pengertian secara umum di Indonesia adalah tata cara aktifitas kehidupan yang berbasis sendi-sendi Islam. sejarahnya,redaksional "syariah" itu mau di tulis "Islam", namun berhubung pada saat fobia "Islam" melanda seluruh jagat,kata "Islam" di ganti "syariah".lahirlah bank syariah, BPR syariah,koperasi syariah sampai pelayanan syariah yang di maksud bung Ikhsan.
kembali ke emas, emas awal mulanya bukan sebagai uang.penggunaan emas pertamakali dilacak sebagai alat peribadatan .baik itu suku Astek,maya, bahkan mesir menggunakannya sebagai penghias kuburan.
lalu lahirlah kebudayaan baru: jual - beli. baik lewat barter maupun lewat uang.jadilah emas berubah fungsi: dari penghias kuburan menjadi alat tukAR.
maka apa yang aneh dari emas itu?
apakah tanpa jual beli manusia bisa hidup?
jual beli adalah salah satu jenis dari bentuk ketergantungan kepada pihak lain.dan obat ketergantungan adalah kemandirian.seandainya manusia mampu mandiri,maka tamatlah budaya jual beli.manusia dengan akal dan tubuhnya bisa memenuhi kebutuhannya.
kedua,tergantungan adalah jenis lain dari semacam kerakusan.karena manusia mempunyai keinginan diluar kemandiriannya,maka dia menukar sebagian kemandiriannya untuk memperoleh keinginannya.
jadi,masalah jual beli ,bukan sekedar lagi sebagai usaha pemenuhan kebutuhan,namun lebih dari itu,muamalah adalah aktualisasi dari filisofi kehidupan sendiri.
anda tak ingin jual beli? mandirilah dan mengendalikan diri dari keinginan.
karena ,kata seorang filsuf amatiran pernah berkata: keinginan adalah penderitaan.
tq,maaf bila ada salah kata.

